Kenapa masjid sepi? Konon, di Jakarta sekarang banyak mesjid tapi sedikit jamaahnya. Masjid dibangun dengan sangat megah, luas dan besar. Tetapi jamaahnya paling hanya satu shaf saja. Itu pun shalat maghrib, lalu bagaimana jika shalat shubuh? Pasti lebih sedikit dari itu. Hal ini tentu saja menjadi keprihatinan luar biasa bagi kita semua.
Faktor penyebabnya bisa apa saja, manajemen ketakmiran masjid yang amburadul, ketidakbisaan orang Islam setempat menjual program kemasjidan atau karena memang masyarakat enggan ke masjid.
Banyak orang yang lebih tertarik membangun masjid tetapi tidak begitu tertarik menciptakan para takmirnya. Bagaiman menciptakan takmir masjid yang update, paham posisi, dan tahu bagaimana memakmurkan masjid. Takmir bukan hanya sekedar menghitung kotak infak saja. Tetapi ia harus berupaya keras berpikir bagaimana agar masjid selalu menyedot perhatian warga. Selalu menjadi pusat kegiatan dan rame oleh jamaah.
Anak muda harus dididik untuk dekat dengan masjid. Menjadi pengusung panji-panji keislaman mereka. Merangsek di depan sebagi pelopornya. Inilah saatnya berubah, inilah saatnya berbuat untuk ummat.

No comments yet
Comments feed for this article